Cara Membuat Toko Online: 5+ Langkah Mudah

0
19

Kesuksesan bisa kamu mulai kapan saja asal kamu mau bergerak dan meninggalkan zona nyaman. Salah satu cara yang bisa kamu lalui adalah melalui bisnis dari toko online. Melalui artikel ini, kamu bisa mempelajari cara membuat toko online yang sudah diringkas khusus untukmu.

Tanpa perlu menunggu tahun baru, kamu bisa selalu melakukan perubahan terhadap dirimu sendiri. Jika kamu mempunyai ide berbisnis tapi takut untuk menjalankannya, cobalah untuk mengambil langkah yang satu ini, yaitu dengan mempelajari cara membuat website toko online. Tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak usaha, cukup gunakan ide yang sudah kamu miliki, produk yang hendak ditawarkan, serta konsistensi dan keberanian untuk memulai. Setelahnya, simak artikel berikut.

Toko Online, Marketplace, dan e-Commerce

Apakah kamu pernah mendengar ketiga nama ini? Sebelum mempelajari cara membuat toko online, sebaiknya kamu pelajari dulu, apa saja perbedaan ketiga istilah yang terdengar mirip ini. Berikut penjelasannya.

  • Toko online

Toko online yang sering disingkat “Olshop” merupakan medium berbelanja secara online yang mengandalkan media sosial. Namun di sisi lain, toko online juga bisa dalam bentuk marketplace atau e-commerce. Bagaimana bisa? Simak poin selanjutnya.

  • Marketplace

Marketplace adalah media yang digunakan oleh pedagang online untuk menjajakkan barang dagangannya. Di marketplace, para penjual dan pembeli barang wajib mempunyai akun atau kontak yang dapat dihubungi. Biasanya, marketplace lebih dipercaya karena semua toko bernaung dalam sebuah marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dsb.

  • e-Commerce

e-Commerce merupakan pemahaman yang lebih mengerucut dari toko online. Jika toko online mencakup semua media yang digunakan secara online, lain halnya dengan e-Commerce yang berupa website untuk menjual barang secara online. Melalui e-Commerce, kamu bisa melihat katalog, mengenal brand atau toko yang menawarkan produk, bahkan menyimpan biodata diri, dan melakukan pembelian langsung dari website yang sama. Contoh e-Commerce adalah Sociolla.commarkaindonesia.com, atau id.hm.com.

Cara Membuat Toko Online

Pada dasarnya, toko online adalah semua bisnis yang dijalankan dengan mengandalkan sambungan internet. Jadi, baik media sosial, marketplace, atau e-Commerce semuanya termasuk dalam kategori toko online meski tetap mempunyai sedikit perbedaan. Di media sosial kamu cukup membuat akun dan menyusun konten sedemikian rupa sehingga dapat menarik pelanggan, karena keunggulan media sosial adalah kemudahan pembuatan dan pengelolaan akun yang ditawarkan, serta kedekatan dengan calon pelanggan.

Di sisi lain, marketplace juga mempunyai fitur yang tidak berbeda jauh. Namun bedanya, akun yang kamu buat berbeda dengan akun yang dimiliki oleh pembeli. Tapi tenang saja, kamu hanya perlu membuat akun untuk penjual agar dapat memasukkan daftar produk yang kamu tawarkan. Berbeda dengan website yang memerlukan cara instalasi. Oleh karena itu, mari kita pelajari cara membuat toko online.

  • Beli hosting

Kunjungi penyedia hosting seperti: Niagahoster, Domainesia lalu pilih paket sesuai dengan kebutuhan dan budget yang telah kamu persiapkan.

Setelah itu, tentukan dan cek ketersediaan nama domain. Kamu bisa menggunakan ekstensi domain .xyz jika ingin terlihat unik dan jika nama domain yang kamu inginkan dengan ekstensi .com sudah digunakan.

  • Atur CMS

Jika belum sempat melakukan instalasi CMS, kamu bisa melakukannya melalui halaman cPanel. Setelah melakukan pembayaran, cek email dari Dewaweb yang berisi link untuk login cPanel. Jika sudah sampai di halaman cPanel, kunjungi Softaculous lalu pilih WordPress.

Setelah masuk di halaman informasi aplikasi WordPress, scroll lalu klik “Install Now.” Isi pengaturan yang diperlukan, lalu klik Install. Selesai.

  • Pilih tema yang kamu inginkan dan install

Setelah install cms, kamu harus login terlebih dahulu ke dashboard dan selanjutnya pilih apperance->theme, dan kamu bisa pilih theme gratis yang sudah disediakan atau bisa membeli theme premium disini

  • Instalasi Tema Lapak Instan

Jangan lupa untuk memastikan tema sudah teraktivasi setelah tema berhasil terinstalasi di website-mu. Cek tema yang kamu miliki dari halaman Administrator WordPress dengan mengklik “Themes” di menu “Appearance.” Setelah berhasil teraktivasi, inilah saatnya kamu mulai mengeksplorasi tema Toko Onlinemu.

  • Masukkan produk yang akan dijual

Langkah yang satu ini memang tidak sulit, tapi akan memakan waktu lebih lama, tergantung seberapa cepat kamu bisa memahami penggunaan fitur tema dan seberapa banyak produk yang hendak kamu pasang di etalase toko online. Di halaman dashboard WordPress Admin, kamu akan menemukan beberapa menu yang bisa digunakan untuk mendesain halaman toko. Klik “Tambah Menu” pada pilihan “Produk,” lalu sesuaikan informasi produk yang dijual.

Baca Juga: Harga Jasa Pembuatan Website Toko Online Diminesia

Agar dapat benar-benar memahami cara membuat toko online, kamu perlu mempelajari pula menu yang terdapat pada dashboard WordPress.

  • Produk

Menu “Produk” digunakan untuk melakukan input terhadap produk yang akan kamu pajang di etalase toko online.

  • Blog

Jika kamu berniat untuk sekaligus membuat artikel yang relevan dengan produk yang kamu jual, menu blog bisa diandalkan untuk melakukan hal tersebut.

  • Resi

Setelah mengirimkan barang yang dipesan, biasanya beberapa pembeli membutuhkan nomor resi agar jejak pengiriman barang tersebut bisa ditelusuri, kamu bisa menggunakan menu ini untuk memasukkan nomor resi dari barang yang telah kamu kirim.

  • Testimonials

Panel ini juga penting kamu gunakan di website agar para pengunjung yang menjadi calon pembeli tidak merasa ragu untuk membeli produk dari website-mu

Kesimpulan

Bagaimana, tidak sulit ‘kan mempelajari cara membuat toko online. Namun yang terpenting, jangan hanya melihat bagaimana prosesnya, tapi kamu juga wajib memahami bagaimana cara membuat toko online yang ideal agar produkmu tak hanya menarik saja, tapi juga bisa menerima banyak pembeli. Selain menjajakkan produk, kamu juga bisa membagikan pendapat atau pemikiranmu mengenai topik yang relevan dengan website-mu serta produk yang kamu jual.

Baca juga: Digital Marketing VS Traditional Marketing, Mana yang Lebih Baik?

Jika memutuskan untuk menambahkan halaman blog pada website-mu, jangan lupa buatlah tulisan yang berkualitas, informatif, dan menghibur, ya. Selain itu, kamu perlu memastikan bahwa website-mu sudah menggunakan hosting yang cepat, aman, dan selalu bisa diandalkan agar kamu tidak mengalami masalah yang berarti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.